8 Tipe Manusia Purba yang Ditemui di Indonesia, Dari Sangiran Sampai Flores

Semacam dikenal, dalam ilmu sejarah disebutkan kalau manusia purba ialah asal usul dari generasi manusia era saat ini. Apalagi dikatakan kalau manusia purba ialah nenek moyang bangsa manusia yang terdapat dikala ini.

Dalam perihal ini, manusia purba sudah melewati bermacam babak kehidupan. Mulai dari kehidupan nomaden ataupun berpindah- pindah sampai manusia yang sanggup bercocok tanam buat menciptakan makanannya sendiri.

Walaupun masih jadi perdebatan tentang sejarah manusia, namun dalam perkembangannya telah ditemui sebagian jejak pra- sejarah yang menampilkan keberadaan dari manusia purba. Di Indonesia sendiri, telah ada sebagian tipe manusia purba yang ditemui di bermacam daerah. Mulai dari daerah Sangiran, Mojokerto, Tulungagung, sampai daerah Pulau Flores.

Tiap- tiap fosil manusia purba yang ditemui juga memiliki ciri yang berbeda- beda. Buat mengetahuinya, berikut kami sudah merangkum sebagian tipe manusia purba yang ditemui di Indonesia https://www.dosenpendidikan.co.id/ :

Tipe manusia purba yang awal merupakan Meganthropus Palaeojavanicus yang ditemui di kawasan Sangiran, Jawa Tengah. Tipe manusia purba ini ditemui pada tahun 1936 oleh arkeolog Belanda ialah Van Koenigswald.

Bersumber pada hasil riset, diperkirakan manusia purba ini hidup dekat 1– 2 juta tahun yang kemudian. Fosil dari manusia purba tipe ini dikatakan memiliki bentuk badan badan yang lumayan besar.

Bukan cuma bentuk badan badan besar, manusia purba Meganthropus Palaeojavanicus pula memiliki sebagian karakteristik khas lain. Semacam tulang pipi yang tebal, oto rahang kokoh, wujud badan yang tegap, tulang kening menonjol, wujud kepala bagian balik yang lebih tajam, dan tidak mempunyai dagu. Pithecanthropus Erectus

Tipe manusia purba selanjutnya merupakan Pithecanthropus Erectus. Fosil manusia purba tipe ini ditemui oleh penelitiyang bernama Eugene Dubois pada tahun 1980, di wilayah Lembah Bengawan Solo. Dalam temuan pertamanya ditemui fosil yang diperkirakan bagaikan gigi geraham dari Pithecanthropus Erectus. Pithecanthropus Erectus ini dikatakan sudah hidup pada 1– 2 juta tahun yang kemudian.

Berbeda dengan Meganthropus Palaeojavanicus, manusia purba tipe ini memiliki identitas tertentu. Semacam gigi geraham yang kokoh, hidung tebalm dahi yang lebih menonjol serta lebar, dan bentuk badan tubuh yang belum tegap sempurna. Rara- rata besar tubuhnya berkisar antara 165– 180cm. Tidak hanya itu, Pithecanthropus Erectus dikatakan memiliki otak dekat 750 cc sampai 1350 cc.

Tipe manusia purba selanjutnya ditemui di wilayah Nagndong, Solo, Jawa Tengah, ialah Pithecanthropus Soloensis. Tipe manusia purba yang satu ini ditemui oleh Openorth serta Van Koenigswald pada tahun 1931– 1933. Manusia purba tipe Pithecanthropus ini diberikan nama balik Soloensis cocok dengan wilayah ditemuinya, ialah Solo.

Baca Juga : Apakah Bingkai Foto Akrilik Pilihan Terbaik Untuk Rumah Atau Kantor Anda?

Manusia purba Pithecanthropus Soloensis ini memiliki sebagian karakteristik khas yang membedakan dari tipe manusia purba lain. Semacam tulang balik yang menonjol, rahang dasar yang kokoh, hidung lebar, dan tulang pipi yang kokoh serta menonjol. Besar dari Pithecanthropus Soloensis sendiri diperkitakan dekat 165- 180 centimeter. Bersumber pada hasil riset, dikatakan kalau tipe manusia purba ini tadinya merupakan pemakan tanaman serta hewan dari hasil buruannya.

Leave a Comment